Kyai….sosok agung

March 28th, 2007 by yusuf-xy

Saya bukan orang jebolan pesantren….jadi sebenarnya saya tidak punya otoritas sama sekali untuk menafsirkan secara sah tentang Kyai.

Tapi kalau berpendapat tentang  ‘Kyai’ dari sudut pandang rakyat jelata yang sangat awam tentang agama kan boleh-boleh saja.

Sejak dulu saya ingin menulis tentang sosok yang satu ini karena risau terhadap fenomena akhir-akhir ini. Seringkali orang dengan bermodal sorban dan gamis lalu dengan fasihnya mengucapkan ayat-ayat suci Al Quran lalu sudah disebut Kyai. Atau orang yang kuliah di IAIN dan setelah lulus sudah diberi gelar Kyai. Atau ketika nyantri bertahun-tahun dan setelah keluar pesantren digelari sebagai seorang Kyai. Pernah muncul sebutan Kyai Khos untuk menunjukkan bahwa kyai-kyai tersebut adalah mempunyai kekhususan ilmu. Ataupun akhir2 ini dicetuskan istilah kyai kampung untuk menunjukkan Kyai-kyai yang berad di grassroot dan tiap hari berinteraksi dengan rakyat secar langsung. Hal ini dicetuskan sebagai antitesa terhadap Kyai Khos atau Kyai Langitan yang mulai tidak punya waktu lagi untuk berinteraksi dengan rakyat, karena tamu-tamunya adalah para pejabat dan elit masyarakat.

Menurut saya……terminologi Kyai merupakan sosok agung yang begitu dihormati oleh masyarakat. Terminologi kyai begitu langgeng ada di masyarakat.  Sehingga Kyai bukanlah gelar seperti gelar akademis Ir, Drs, MT, atau apapun yang bisa didapatkan setelah menempuh pendidikan dalam kurun waktu tertentu. Kyai menurut saya adalah gelar agung yang diberikan oleh masyarakat secara tulus karena kontribusinya di masyarakat dan mampu menjadi rujukan masyarakat atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Sehingga Kyai bukanlah gelar yang dikejar….melainkan gelar yang didapatkan.

Tentu ….walaupun di depan namanya tidak tercantum gelar KH, tidak pernah kuliah di IAIN, tidak pakai sorban-kopyah-gamis, tidak selalu memegang tasbih tetapi jika dia mampu mengayomi masyarakat, mampu memberi jalan keluar atas permasalahan-permasalhan masyarakat baik yang menyangkut agama maupun hal lainnya….maka hakikatnya dia adalah seorang Kyai.

Karena kalau bertitel KH tetapi perilakunya memalukan….justru menodai panggilan agung ‘Kyai’. Lebih baik tanpa gelar ‘Kyai’ tetapi perilaku-nya seperti Kyai.

KEHIDUPAN INI ADALAH MALAM HARI

March 26th, 2007 by yusuf-xy

Mungkin anda bertanya apa maksudnya  ?  Maksud saya adalah malam hari adalah gelap. Dalam kegelapan itu kita biasanya kesulitan untuk menentukan jalan ke arah mana kita harus menuju. Untuk mengambil sesuatu pun….kita kesulitan karena kita sedang berada pad keadn gelap.
Begitu pula hidup kita……kapan kita mati? ….tentu kita ‘gelap’ dalan menjawabnya. Apakah besok kita berangkat kerja tetap dalam keadaan sehat wal afiat ? tentu ‘gelap’ juga jawabannya. Sopir taxi berangkat kerja mencari penumpang. Berapa banyak penumpang yang akan ia dapat ? Pasti "gelap" juga jawabannya. Pedagang berjalan menyusuri sudut-sudut kota menjajakan dagangannya, lalu berapa banyak barang dagangan yang akan terjual ? Percayalah..’gelap’ jawabannya. Kehidupan ini begitu gelap bagaikan malam hari. Oleh karena itu, sepertinya kita perlu cahaya untuk menerangi ‘kegelapan’ itu……dan pertanyaannya kemana cahaya itu bisa kita dapatkan.
Mungkin selama ini kita mencarinya di buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan, mungkin pula kita bertanya pada pakar-pakar,  kita datngi diskusi-diskusi….seminar…….training  dan lain-lain termasuk pengajian. Tapi benarkah kita sudah menemukan cahaya itu ??
Saya juga sedang mencari cahaya itu…..jawaban saya sementara ini adalah kembali kepada Tuhan. Mungkin tidak ada salahnya kalau kita memulai berdialog dengan Tuhan, sambil menunggu jawaban-jawaban Tuhan atas problematika kehidupan kita. Tapi itu butuh kepekaan hati dan jiwa. Mungkin sebenarnya Tuhan sudah sering memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kita, tetapi kita saja yang tidak peka. Kita menganggap jawaban Tuhan harus sesuai rasionalitas kita. Semua harus rasional dan masuk akal. Padahal rasionalitas dan akal kita tidak ada apa-apanya dihadapan Tuhan. Otak manusia hanya segumpal, tetapi ilmu Tuhan tidak akan cukup ditampung dalam segumpal otak.
Mari bersama mencari cahaya.

RUMUS KEHIDUPAN

March 26th, 2007 by yusuf-xy

Dibalik kejadian-kejadian yang kita alami sesungguhnya terdapat rumus-rumus kehidupan yang tak akan dapat kita temukan di buku-buku atau teori di sekolah maupun bangku kuliah. Rumus-rumus kehidupan kalau boleh saya artikan adalah kesimpulan yang kita dapatkan setelah melewati pengalaman-pengalaman tertentu dalam menjalani kehidupan. Mungkin setiap rumus kehidupan adalah unik, artinya setiap orang akan menemukan yang berbeda-beda sesuai dengan pengalaman yang dialaminya. Rumus kehidupan inilah yang akan menjadi jalan untuk memecahkan teka-teki dalam kehidupan yang kita jalani. Saya tidak bisa mengatakan apa saja rumus kehidupan itu. Karena saya yakin kita semua telah menemukannya. Cari terus….renungkan…..mungkin akan muncul kearifan.

KAWAH CANDRADIMUKA

March 22nd, 2007 by yusuf-xy

Begitu lulus dari STT Telkom…..aku harus menjalani karir mulai dari nol. Diawali dengan bekerja sebagai surveyir freelance di PT. SIMS Jakarta untuk project survey fixed access untuk INDOSAT, kemudian sempat memimpin tim untuk pelaksanaan project dari salah satu ustadz di Pesantren Daarut Tauhiid Bandung untuk membuat CD Multimedia Interaktif Haji bersama Aa Gym - tetapi project tidak sampai selesai karena ada beberapa persoalan dan aku sendiri diminta pulang ke Surabaya untuk kuliah S2 di MMT ITS dan bersamaan dengan itu pula aku diterima bekerja di KABELVISION - sebuah perusahaan TV Kabel dan penyedia jasa Internet sebagai salesman, yang kemudian diubah namanya menjadi account executive. Sejak itu, aku kerja sambil kuliah di malam hari pada senin-kamis pada jam 18.30 - 22.10 malam. Setelah kira-kira 1 tahun 3 bulan, aku-pun keluar dari Kabelvision karena tidak tahan dengan lingkungan kerja yang sikut-sikutan antar teman. Sebelum aku keluar, aku sempat terlibat dalam pembahasan untuk membuka kantor cabang PT. Amexindo di Surabaya, pusatnya di Jakarta. PT. Amexindo ini adalah perusahaan yang bergerak dalam jasa kurir - pengiriman dokumen dan barang ke luar negeri. Akhirnya setelah diterima bekerja di PT. Amexindo Sby akhirnya aku keluar dari Kabelvision. Dan itu adalah beberapa hari sebelum aku menikah. Di perusahaan ini, aku bekerja sebagai marketing merangkap IT staff yang menangani maintenance dan troubleshooting komputer. Hanya 3 bulan aku kerja disini karena harus tutup karena kurang siapnya menghadapi pasar. Aku mengundurkan diri 1 hari sebelum perusahaan ini dinyatakan ditutup. Setelah mengundurkan diri….aku bekerja apa saja yang bisa dikerjakan mulai dari jadi surveyor Pusdeham - sebuah LSM Politik- untuk survey-survey Pilkada, lalu bekerja temporer di bulan ramadhan sebagai supervisor gerai zakat YDSF. Dan juga mengerjakan project development Sistem Informasi Sekolah untuk SMA1 Pamekasan, Madura. Di bulan Januari 2005….aku diterima bekerja di CV. Mulya Jatra - sebuah perusahaan kontraktor listrik yang menjadi rekanan PLN Distribusi Jatim untuk pekerjaan Rekondisi Trafo dan Treatment Minyak Trafo. Disini aku ditugasi membuat sistem dan prosedur sambil menangani maintenance dan troubleshooting komputer & jaringan. Lalu begitu ada persyaratan PLN bahwa semua rekanan harus mempunyai sertifikat ISO 9001:2000, akhirnya aku ditugaskan menangani ISO 9001:2000 mulai dari training set-up sistem dan prosedur , implementasi, audit internal sampai audit sertifikasi yang rencananya dilaksanakan pertengahan april 2007 nanti. Dengan tugas itu aku menyandang jabatan sebagai Wakil Manajemen MUtu (WMM) atau Biasa disebut Quality Management Representative (QMR) yakni bertanggung jawab terhadap pelaksanaan SIstem Manajemen Mutu. Sekarang ini kebetulan aku menjadi koordinator grup yang terdiri dari 18 perusahaan yang dibimbing oleh PT. PLN (Persero) Jasa Sertifikasi untuk meraih Sertifikat ISO 9001:2000. Bersama itu pula aku sedang berusaha keras menyelesaikan tesisku menganai Sistem Informasi Akuntansi.

Mungkinkah perjalananku ini adalah kawah candradimuka Tuhan untuk pematangan kualitas diri ???? SEMOGA.

Labkom SMA Al-Hikmah Sby, 22 Maret 2007

TANTANGAN MERAIH GELAR MMT

March 22nd, 2007 by yusuf-xy

MMT adalah kepanjangan dari Magister Manajemen Teknologi. Kebetulan aku sekarang sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di Magiter Manajemen Teknologi (MMT) - ITS dengan bidang keahlian Manajemen Teknologi Informasi (MTI). Dan akhir-akhir ini aku sedang berkonsentrasi penuh untuk bisa secepatnya menyelesaikan tesis dan maju sidang. Namun rupanya tantangannya luar biasa. Baik itu tantangan dari luar maupun dalam diriku sendiri. Mulai dari Dosen Pembimbingku yang pergi ke luar negeri atau ke luar  kota, karena kebetulan dosen pembimbingku adalah Dekan Fakultas Teknologi Informasi ITS yakni Bapak Prof. Arif Djunaidy, Msc yang juga punya kesibukan untuk mengurus Fakultas Teknologi Informasi. Beberapa waktu lalu Pak Arif pergi ke Jepang mendampingi dengan Pak Nuh (Rektor ITS). Praktis 1 minggu tidak bisa bimbingan sama sekali. Dan malam nanti yang rencananya bimbingan jam 20.30 di MMT, ternyata batal karena beliau harus mengajar 2 sesi penuh untuk menggantikan dosen lain. Senin depan beliau harus ke luar kota sehingga katanya baru bisa bimbingan diatas tanggal 2 April 2007. Untungnya besok ditunggu bimbingan di ITS Sukolilo di ruangan beliau jam 16.30. Memang, beliau sangat telaten dan serius dalam membimbing. Hal-hal kecil pun begitu diperhatikan seperti penulisan kalimat dan tata bahasa, disamping metodologi penelitiannya juga. Hikmahnya semoga kelimuanku di bidang Teknologi Informasi bisa semakin matang dengan berguru langsung kepada Seorang Profesor dalam bidang Teknologi Informasi. Pernah juga pergi ke Caltex selama 2 minggu sehingga praktis tidak bisa apa-apa selama 2 minggu.

Tantangan lain dari eksternal adalah tawaran-tawaran untuk bisnis maupun pekerjaan. Namun, sekarang ini aku harus mengabaikan sementara agar bisa fokus dalam menyelesaikan tesis.

Selain itu, tantangan lainnya adalah keterbatasan waktu karena aku juga sambil bekerja di sebuah perusahaan kontraktor listrik mulai jam 8 pagi sampai jam 16.00. Sabtu pun bekerja mulai jam 8 pagi sampai jam 13.00, sehingga biasanya aku mempergunakan hari sabtu terutama minggu untuk mengerjakan tesis. Memang, aku harus mengorbankan waktu untuk refreshing dan relax di hari minggu. Sebab sehari-hari kalau sudah pulang kerja, seringkali badan ini kesulitan diajak kompromi, begitu pula otak ini. Mungkin karena sudah capek. Kadang-kadang jenuh juga karena senin-sabtu kerja, minggu pun untuk mengerjakan tesis. Waktu untuk istirahat sedikit sekali. Tapi tidak apa-apa. Yang aneh adalah terutama di hari minggu, kalau aku tidak berada di depan komputer…kepala ini rasanya kepikiran dan stres. Ketika mulai mengerjakan tesis di depan komputer, berangsur-angsur stres itu hilang. Hehehe aneh kan ;-)

Biasanya Bimbingan pada hari senin di MMT karena di hari itulah pak Arif ada jadwal mengajar, tetapi kadangkala juga bimbingan di ITS Sukolilo pada sore hari yang waktunya harus janjian dulu dengan beliau.

Pokoknya aku bertekad untuk bisa secepatnya selesai. Lebih cepat lebih baik. Semakin ditunda, maka semakin menjadi beban pikiran. Kerja tidak bisa fokus, mau melakukan aktivitas-aktivitas lainnya seperti bisnis, rekreasi atau apapun tidak bisa. Padahal banyak sekali rencana-rencana di kepalaku ini yang sudah menunggu untuk direalisasikan, terutama ditunggu teman-teman untuk menjalankan bisnis bersama.

Aku sudah molor 2 tahun….jadi ini adalah semester ke 9 di MMT, teman-teman sekelasku baru 3 (setahuku) yang telah lulus. Memang mahasiswa MMT susah lulus katanya (termasuk katanya Ibu Prof. Yulinah- Wakil Ketua Bidang Akademik Program Studi MMT). Mungkin karena rata-rata mahasiswa di MMT sambil bekerja.

Dijalani sajalah semaksimal mungkin sambil memohon kepada Allah, semoga diberi kemudahan, kelancaran dan keberkahan dalam berjuang meraih Gelar MMT ini. Mohon dukungan dan doanya.

Labkom Al-Hikmah Sby, 22 Maret 2007

BANJIR JAKARTA

February 7th, 2007 by yusuf-xy

Jakarta Siaga 1 Banjir…..Ibukota Indonesia berstatus darurat banjir.

GIla……..Dengan perputaran uang yang katanya 80 % di jakarta, dengan perkembangan teknologi yang berpusat di jakarta, serta berkumpulnya orang-orang pandai dan berkuasa……tentunya sangat ironis. Ada Apa dengan Jakarta ? Apakah struktur tata kotanya sudah sedemikian parahkah sehingga analisis AMDAL dalam pembangunan perkotaan bukan lagi menjadi sesuatu yang penting ?

Apakah jakarta sudah sedemikian parah dalam struktur budayanya sehingga Tuhan sampai mengirimkan banjir untuk merekatkan kembali ikatan-ikatan kebersamaan yang telah lama hilang dalam masyarakat jakarta akibat iklim materialistis dan perkembangan kota yang terlampau cepat.

Hikmahnya mungkin……..kedepan struktur tata kota akan diperbaiki lebih serius. AMDAL menjadi perhatian utama. Gorong-gorong tidak lagi dianggap hanya sebagai rumah tikus. Manusia-manusianya mulai merasakan kembali kebutuhan untuk saling menolong dalam kebersamaan. Individualistis dan sifat egois yang mungkin banyak berjangkit karena iklim materialistik menjadi terkikis diganti dengan toleransi dan persaudaraan yang kokoh karena sama-sama menjadi korban banjir.

Dan hikmah yang utama….tentunya mengingatkan kita akan kisah Nabi Nuh As………jangan-jangan perlambang kisah masyarakat Nabi Nuh saat itu yang dihantam banjir karena ingkar terhadap Tuhannya adalah cerminan masyarakat jakarta saat ini, sehingga mengalami nasib yang sama. Wallahua’lam.

Bagi engkau-engkau semua yang hidup di jakarta……berdoalah seperti doa Nabi Nuh As agar engkau disediakan perahu seperti perahunya Nabi Nuh As yang mampu menyelamatkanmu dari banjir bandang besar. Air dan banjir adalah dalam genggaman kekuasaan Allah…..jadi mohonlah pertolongan kepada Sang Penggenggam Banjir.

Atau jangan-jangan ibu kota akan berpindah ke Surabaya ;-)

Selamat Jalan Ibuku…………..

January 15th, 2007 by yusuf-xy

27 Desember 2006 jam 10:00 WIB…..Ibuku berpulang kembali ke sisiNya. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un. Semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya. Setelah 3 hari masuk ICU karena Gagal Ginjal Kronis dan Diabetes Mellitus ditambah sesak nafas, akhirnya ibuku dipanggil Sang Kuasa kembali ke sisiNya.

Sangat berat rasanya ditinggalkan oleh ibu. Bahkan aku sempat berpikir…..apapun akan kulakukan agar ibuku sembuh dan panjang umur. Bahkan transplantasi ginjalku untuk menggantikan ginjal ibuku-pun akan kulakukan, kalau memang dokter merekomendasikan itu. Semuanya akan kulakukan untuk kesembuhan ibuku. Apapun akan kukorbankan untuk kesembuhannya karena selama hidupnya Beliau pun melakukan itu kepada anak-anaknya. Semuanya diberikan dan dicurahkan untuk kebahagiaan anak-anaknya. Pikiran, perhatian, dan semua yang dimiliki sepenuhnya diberikan untuk anak-anaknya. Sampai karena saking cintanya kepada anak-anaknya sampai-sampai seringkali tidak memikirkan dirinya sendiri. Kalau harus menceritakan secara detail….takkan muat satu lemari buku.

Yang aku sesalkan adalah rasanya aku belum bisa membahagiakan dan membalas jasa & pengorbanannya. Akubelum bisa berbakti yang terbaik untuk beliau. Aku sempat tidak rela ibuku diambil, karena aku merasa masih membutuhkan kehadiran ibuku mendampingi anak-anaknya, mendoakan anak-anaknya dan ingin membahagiakan beliau dengan menunjukkan kesuksesan. Tapi, rupanya Sang Pemilik Kehidupan berkehendak lain, akhirnya aku harus mengikhlaskan kepergian ibuku. Mungkin ini adalah ketentuan yang terbaik dariNya setelah menanggung derita sakit yangbegitu lama.

Memang kalau sudah datang waktunya kematian, tidak ada seorangpun yang bisa menahannya. Doa anak-anaknya pun tidak bisa menghalangi Sang Malaikat Maut utusan Allah datang menjemput. Kalaupun diberikan tambahan umur, itu adalah mutlak hak prerogatif Allah sebagai pemilik semua makhluk. Tapi pada saatnya, semua usaha tidak bisa menghalangi Takdir Allah.

Carikan obat apapun dari segala penjuru dunia, datangkan ahli pengobatan sehebat apapun untuk menyembuhkan sakitnya, berikan fasilitas secanggih apapun. Kalau Allah sudah berkehendak, tidak akan ada yang bisa menghalangi dan menundanya walau sedetikpun. Semua itu adalah betul adanya.

Kata sebagian orang…… yang meninggal adalah jasad fisiknya saja, tapi sesungguhnya tetap hidup disisiNya dengan penuh kemuliaan.

Selamat jalan ibuku…..doaku selalu kupanjatkan semoga dosa-dosa ibuku diampuni, amal ibadahnya diterima, dan Allah mengkaruniakan tempat yang mulia di sisiNya dan surga yang indah untuk ibuku.

TERGANTUNG DIRIMU

December 21st, 2006 by yusuf-xy

Tergantung dirimu mau bersikap bagaimana, tergantung dirimu melihatnya dari sudut yang mana, dan semuanya tergantung darimu bagaimana engkau harus berfikir.

Tapi, ketika engkau berfikir yang positif, bersikap positif, dan mengerahkan hidupmu ke arah positif dengan sepenuh hatimu untuk tetap konsisten positif. Maka, dunia dan hidupmu terasa indah. Semua akan menjadi positif bagimu.

Tapi jika sebaliknya, tentu hasilnya juga sebaliknya.

Kadang aku berpikir, apakah ini yang dimaksud ‘karma’ dalam perspektif Budha. Ataukah ini yang dianggap bahwa manusia adalah ‘pusat mikrosmos’ dan alam adalah ‘makrokosmos’. Setiap gerak langkah kita, baik yang tersembunyi maupun yang tampak ada akibatnya. Mulai dari apa yang kita pikirkan, kita rasakan sampai pada bagaimana kita menyikapi…..semuanya kembali ke kita. Jadi alam punya mekanisme sendiri merespon setiap gerak-gerik kita.

Ataukah ini yang menurut Al Quran : Barang siapa menanam kebaikan walau sebesar biji dzarrah akan mendapat balasannya, begitupun sebaliknya Barang siapa menanam keburukan sebesar biji dzarrah pun akan mendapat balasannya masing-masing.

Sunggu Tuhan Maha Adil…..

Kalau masih tidak percaya….mari kita rasakan dan buktikan sendiri.

Selalu-lah berpikir  negatif dan merespon orang lain dengan sikap negatif . Maka Hidupmu akan diiputi dengan kesuitan-kesuitan.

Tapi jika engkau mudahkan urusan orang lain, maka urusanmu akan dipermuda. Hidupmu akan mudah. Kalau ada kesulitan, akan selalu ada jalan keluar dari jalan yang tidak disangka-sangka.

Jadi hati-hatilah dalam meniti setiap langkah hidup kita, terutama hidupku sendiri.   

CIPTAKAN AREA KEBAHAGIAANMU SENDIRI

December 16th, 2006 by yusuf-xy

Sawang sinawang…..begitu kata orang jawa. Kita melihat kehidupan orang lain kok sepertinya lebih enak. Begitupun orang lain melihat kehidupan kita. Orang lain punya kehidupan sendiri-sendiri, kita pun punye kehidupan sendiri. Kebahagiaan kita belum tentu kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan orang lain belum tentu kebahagiaan kita. Jadi ciptakan area kebahagiaan kita sendiri.Jangan pernah paksakan kehidupan kita seperti kehidupan orang lain. Karena itu belum tentu akan membawa kebahagiaan pada diri kita, malah justru sebaliknya bisa jadi akan menyiksa kita. Karena setiap diri adalah unik. Maka Ciptakan area kebahagiaanmu sendiri.

JANGAN MELAWAN ANGIN

December 16th, 2006 by yusuf-xy

Ibarat menjadi nahkoda kapal, ketika angin kencang datang………..yang mesti dilakukan adalah mengatur layar untuk mengendalikan kapal supaya tidak terguling atau terhempas menabrak karang. Ketika Angin datang dari arah utara, tetaplah kendalikan layar. Ketika Angin datang dari selatan, tetap kendalikan layar. Ketika Angin datang dari barat, tetap pula kendalikan layar. Beitupun ketika yang datang adalah angin sepoi-sepoi, tetap kendalikan layarmu tanpa terbuai. Jangan pernah berharap engkau bisa mengandalikan angin. Yang bisa engkau kendalikan adalah layarmu. Jangan pernah engkau maki-maki angin kencang itu…karena itu tak ada gunanya sama sekali untuk menyelamatkan kapalmu.
Begitupun dalam kehidupan ini, setiap peristiwa yang datang kepada kita adalah ibarat angin. Setiap kejadian atau peristiwa yang menerpa kehidupan kita tidak mungkin bisa kita kendalikan. Yang bisa kita kendalikan adalah sikap kita. Sikap kita ibarat layar. Ketika kesempitan yang datang, maka gerakkan layar sikapmu ke arah ’sabar’. Ketika kelapangan datang, gerakkan layar sikapmu ke arah ’syukur’.
Ketika ada peristiwa-peristiwa tidak mengenakkan datang dalam kehidupanmu, memaki-maki peristiwa itu adalah tidak ada gunanya sama sekali.